Cabut dari P2PL AsetKu

Bahas P2PL di blog ini kayaknya gak jauh-jauh dari fear yang beredar di Internet. @laywookcom juga baru bikin utas di Twitter yang bakal saya sadur banyak-banyak buat postingan ini.

Kenapa yang dibahas Asetku?

Karena yang dibahas di utas ya Asetku. Selain itu, porsi duit saya di P2PL juga paling banyak di Asetku.

Kalau P2PL gagal bayar gimana?

Kan platform P2PL ada yang menawarkan pinjaman produktif dan konsumtif. Kalo produktif, jika terjadi kredit macet biasanya bakal restrukturisasi. Nego ulang.

Nah, Asetku ini kan konsumtif ya (duit kita dipinjemin buat kegiatan konsumtif kaya belanja online gitu -di Akulaku-). Saya masih belum nyelem jauh ke P2PL konsumtif lainnya. Tapi kalo Asetku, dia menjamin dana pokok kita (peminjam) bakal bisa balik seutuhnya kalau misal terjadi gagal bayar.

Selama ini mengamati Asetku dan TKB90 (tingkat keberhasilan bayar selama 90 hari terakhir) nya 100% mulu. Di tempat lain fluktuatif padahal. Ini kok bisa gini?

Ya karena diasuransiin itu tadi.

Di utas-nya Laywook, doi mencoba debunk PT. Asuransi Staco Mandiri, perusahaan asuransi yang menjamin dana pokok peminjam. Inti yang saya tangkap dari hasil investigasi:

  1. Katakan saja, Akulaku ini emaknya Asetku. Nah, Akulaku dapet guyuran dana dari salah satu anaknya Alibaba (Ant Financial).
  2. Pemegang saham perusahaan yang mengakuisisi si Staco (anaknya PT. TNCA) itu di antaranya ya Asetku dan Akulaku.
  3. Menurut utas, kemungkinan besar ya program asuransi yang dilakukan oleh Staco adalah dalam rangka bakar uang investor.
  4. Bakar uang sampe kapan? Sampe habis. Perkiraannya ya 2-3 tahun lagi.
    Abis itu bisa aja bubble-nya meletus. Amit-amit.
  5. Kalau sudah abis, besar kemungkinan S&K bakal diubah. Entah itu asuransinya diapus atau dikurangi persentase uang pokok yang dikembalikan

Tambahan dari saya yang copas soal Staco dari deskripsi di app Asetku:

PT Asuransi Staco Mandiri didirikan di Jakarta pada tanggal 10 Februari 1990 dengan Akte Notaris H. Asmawel Amin S.H. dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat No. C.2.960.HT.01.01 tahun 1990 tertanggal 26 Februari 1990 dengan nama PT Staco Jasapratama (General Insurance). Izin usaha telah diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan surat keputusan Nomor : Kep.230/KM.13/1990 tertanggal 5 April 1990.
Sesuai dengan Akta Notaris Nomor 3, tanggal 2 Mei 2011 yang dibuat oleh Aulia Taufani, S.H. sebagai pengganti dari Notaris Sutjipto, S.H. dan sesuai keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-27973.AH.01. 02.Tahun 2011, tanggal 6 Juni 2011, PT. Staco Jasapratama berubah nama menjadi PT Asuransi Staco Mandiri.
PT Asuransi Staco Mandiri sampai saat ini sudah memiliki 12 (dua belas) kantor cabang yang tersebar di Jakarta (Kantor Cabang Utama, Jakarta 2, Cabang Syariah dan kantor pemasaran Bekasi), Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Makassar, Palembang dan Balikpapan, serta 3 (tiga) kantor pemasaran yaitu Bekasi, Bali dan Yogyakarta. Untuk meningkatkan pelayanan, pengembangan jaringan usaha akan dilakukan secara bertahap.

apa banget g?

Buat yang masih mau minjemin duit di Asetku

Silakan aja, good deal kok terutama di saat seperti ini. Tapi, rajin-rajin cek S&K asuransinya ya! Bawel ke RM/BA (manajer) juga boleh.

Cek lagi sama profil risiko dan targetnya, masih sesuai ngga? Kalo emang ngga sesuai ya jangan ragu buat narik uang kalian dari sana (buat yang masih minjemin). Inget, company bakar duit buat user acquisition, biar kalian nggak pindah ke layanan lain. Nantinya juga user loyal bakal dikapitalisasi.

[Rangkuman] Alasan saya cabut dari Asetku

  • korban fear-mongering
  • wait and see apa yang terjadi di Q2
  • duitnya saya buat foya-foya modal usaha yang lagi jalan sekarang 💸
  • RM/BA nya gak responsif lama-lama mlz

Bonus:

Jadi keinget sama rant saya di Klarifikasi P2P Lending yang menakutkan itu. Selebgram. Huf

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *