Cara investasi saham online, tidak perlu beli buku panduan mahal-mahal

Mau belajar cara investasi saham online? Ngapain beli buku panduan yang harganya itu mahal-mahal. Sudah capek bacanya, belum tentu teorinya benar. Langsung aja ikutin cara yang kami share sekarang ini, gratis kok.

Sekarang ini untuk beli saham memang dibuat semakin mudah. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang trading saham ini sudah meng-Onlinekan bisnis mereka. Sehingga ini akan mempermudah orang-orang yang mau bertransaksi.

Cocok sekali nih untuk kondisi sekarang yang kena virus Corona, kalau sebuah kota dilock-down, kamu tetap bisa investasi saham dari luar kota tersebut, tidak perlu ke kantornya…

Step by Step cara investasi saham online

1. Memilih broker saham

Yang pertama tentu saja kamu harus memilih ikut broker saham yang mana. Ini adalah langkah awal yang paling penting. Jangan sampai kamu terjebak oleh broker yang SCAM, yang tidak membayar, atau yang tidak jujur. Semuanya itu merugikan.

Nama lain broker adalah anggota bursa. Yang aman itu yang sudah terdaftar pada BEI. Belum tahu apa itu BEI? Nah, jadi BEI itu adalah singkatan dari Bursa Efek Indonesia.

Sekarang bagaimana kamu tahu sebaiknya memilih broker saham yang mana. Sebenarnya terang-terangan saja tidak ada rumus baku tentang bagaimana memilih broker yang terbaik. Walaupun tercatat di BEI, kamu pasti bingung hendak memilih yang mana. Karena ada ratusan broker saham di kota besar.

Syarat lain yang harus kamu perhatikan adalah melihat apakah broker tersebut secara keuangan terlihat mumpuni atau tidak. Kalau secara keuangan saja kelihatan seperti sudah mau collapse, bagaimana kamu nanti bisa dibayar?

Syarat keuangan yang mencukupi ini juga syarat mutlak yang ditetapkan oleh OJK untuk para broker saham di tanah air. Jadi tidak bisa serta merta tiap orang bikin broker saham mereka sendiri hanya dengan sedikit modal, tidak segampang itu.

Nah kembali lagi ke topik utama artikel kali ini. Pembahasan kita adalah mencari broker saham yang memungkinkan kamu untuk bisa melakukan transaksi jual beli saham secara online. Oleh karena itu kamu bisa memilih broker mana yang sudah mumpuni juga dalam teknologi, mempunyai aplikasi saham online yang terpercaya dan bagus.

Sekarang ada beberapa broker yang juga memfasilitasi dummy trade. Di mana investor baru bisa mencoba menggunakan akun tersebut tanpa memakai uang sungguhan. Jadi nanti bisa sekaligus mengevaluasi, apakah aplikasi dari broker saham tersebut bekerja dengan baik atau tidak, apakah fungsi-fungsinya sesuai dengan standar kamu atau tidak.

2. Membuka rekening saham

Tahap pertama sudah selesai, tahap kedua yang harus kamu lakukan adalah membuka rekening saham. Berbeda dengan rekening Bank lho ya. Di mana rekening saham ini sifatnya wajib untuk dibuka apabila kamu mau melakukan jual beli saham secara online di broker manapun.

Untuk melihat apakah sebuah broker bagus atau tidak, lihat apakah mereka juga memberikan fasilitas pembukaan rekening online atau tidak. Karena kemudahan untuk mendaftar itu harusnya penting sekali.

Caranya yakni mengisi form pembukaan rekening saham dengan online, kemudian mengirim dokumen itu sesudah kamu tanda tangani.

3. Membuka rekening dana nasabah

Istilahnya adalah RDN. Kamu juga harus membuka RDN ini.

Apakah RDN ini? Ini adalah sebuah rekening khusus, kamu buat di bank. Rekening ini nanti digunakan sebagai tempat menyimpan dana dari transaksi jual beli saham di broker yang kamu pilih.

Nanti setoran modal yang akan digunakan untuk melakukan transaksi saham, juga hasil penjualan saham kamu akan disimpan pada rekening dana nasabah. Walaupun rekening saham sudah kamu buka, namun kalau RDN tidak ada maka transaksi trading saham tak dapat kamu lakukan.

4. Menyetor uang modal

Untuk jumlah setoran ditransfer ke mana, jawabannya ke RDN kamu. Deposit dulu dan baru transaksi jual beli saham.

Sesudah transaksi pertama berhasil dilakukan, selanjutnya melakukan settlement. Settlement ini adalah pembayaran kewajiban 2 hari sesudah transaksi.

5. Trading saham

Sesudah dana kamu aktif pada RDN. Selanjutnya kamu sudah bisa melakukan jual beli saham. Setiap aplikasi mungkin berbeda-beda. Untuk masalah teknis kamu bisa menanyakan ke broker yang bersangkutan. Biasanya kan ada trainer yang bertanggung jawab membimbing. Kamu tanyakan aja ke mereka, karena mereka sudah digaji untuk membantu kamu.

Tips dari kamu agar memudahkan kamu transaksi. Ingat kode sahamnya, cobalah untuk memasang harga beli lebih murah. Jadi harga yang di bawah harga jual paling rendah. Walaupun kamu memang harus menunggu.

6. Cek portfolio

Setiap transaksi yang sudah berhasil akan masuk dalam portfolio. Rajin-rajin aja check portfolio kamu untuk melihat kinerja kamu dalam jual beli saham. Biasanya informasi yang akan ditampilkan di page portfolio antara lain jumlah lembar saham, harga rata-rata, dan ada info nilai investasi saham kamu.

7. Menjual saham secara online

Namanya transaksi online, jadi selain membeli saham secara online pastinya kamu juga bisa menjual saham yang kamu miliki secara online juga. Dan menggunakan aplikasi dari broker saham yang kamu pilih.

Tips untuk menjual saham adalah menetapkan target profit kamu berapa persen dari harga kamu membeli lembar saham tersebut. Jadi kamu punya pegangan atau patokan.

8. Melakukan perubahan pada order saham online

Ketika transaksi perdagangan saham. Kamu dapat mengganti harga jual atau harga beli. Istilahnya itu Amend. Dan di aplikasi pastinya sudah disediakan fitur tersebut.

Kalau posisi yang kamu pasang tak dieksekusi, dan kamu punya keinginan menjual atau membeli saham. Coba lihatlah pada posisi harga beli dan harga jual yang ada di pasar saham realtime, kamu bisa mengubah harga, kamu sesuaikan dengan kondisi pasar.

9. Settlement Transaksi

Kamu juga harus mengenal yang namanya settlement transaksi. Tapi kalau sudah trading beberapa bulan kamu pasti mengerti dan pernah mendengar tentang ini.

Pada sebuah pasar saham itu ada penyelesaian transaksi, settlement, dan waktu yang dibutuhkan adalah T+2, 2 hari terhitung sejak transaksi perdagangan kamu lakukan.

10. Kalau transaksi ingat besaran Fee yang harus kamu bayarkan

Karena kamu menggunakan jasa broker saham online. Maka pasti harus membayar sejumlah fee. Kalau tidak broker tidak makan dong?

Komponen biaya transaksi yang harus kamu bayarkan antara lain fee KPEI, fee BEI, pajak dari fee transaksi sebesar 10%, dan fee broker nilai transaksi x 0,5%

Khusus untuk kamu yang bertransaksi cukup sering posisi jual beli, fee nya ini tidak sedikit. Hati-hati jangan sampai tekor karena profit kamu habis untuk membayar fee. Harus dihitung dengan teliti ya.

11. Diversifikasi

Dalam dunia dagang saham. Kamu harus diversifikasi. Caranya yakni membeli index fund. Di mana kamu membeli semua saham yang sesuai bobot dalam indeks, dengan begitu keuntungan kamu akan mengikuti keuntungan indeks.

via Stefan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *