Cara menghitung cash flow investasi dengan akurat

Bagaimana cara menghitung cash flow investasi. Kalau diterjemahkan dalam Indonesia, biasanya disebut laporan arus kas.

Jadi sebenarnya apa ini?

Cash flow ini merupakan sebuah laporan keuangan dengan informasi mengenai pengeluaran dan penerimaan kas. Jadi kas yang keluar – masuk pada sebuah perusahaan. Informasi ini sangat penting, sehingga bisa mengontrol pengeluaran dan pemasukan seluruh kegiatan perusahaan atau organisasi, atau individu.

Biasanya ada periode tertentu, kalau dalam akuntansi itu satu tahun buku.

Kaitan antara cash flow dengan investasi

Manajer keuangan sebuah perusahaan diwajibkan bisa mengatur aliran dana dari perusahaan, dengan tujuan supaya operasional perusahaan dapat berjalan terus. Hal yang sama juga berlaku untuk manajer keuangan, harus bisa membuat sebuah keputusan investasi. Begitu pula untuk kamu pribadi, kalau kamu tidak menggunakan jasa manajer keuangan.

Semakin berkembang maka investasi pun akan semakin besar. Nah keputusan investasi yang dilakukan itu sebaiknya dapat ditutupi dengan pendapatan pada masa akan datang. Dengan kata lain profit dan bukan buntung.

Ada rumusan yang digunakan dalam perhitungan cash flow investasi, yakni:

Cash flow = EAT + Penyusutan

Buat kamu yang bingung, ini pengertian dari EAT = Earning After Tax. Jadi penyusutan dimasukkan oleh sebab penyusutan tak termasuk pengeluaran tunai, juga penyusutan dapat muncul ketika aktiva tetap dibeli.

Cash flow sendiri dibagi menjadi 2 macam

Yakni operational cash flow dan initial cash flow, ini penjelasan masing-masingnya.

Operational cash flow – Cash flow yang dipakai dengan tujuan menutup investasi. Umumnya diterima per tahun selama investasi dilakukan. Bentuknya berupa aliran kas bersih. Operational cash flow ini biasa dikenal dengan cash flow, tanpa embel-embel apapun.

Initial cash flow – Juga ada initial cash flow, yang berkaitan langsung dengan pengeluaran yang dibutuhkan untuk membayar kebutuhan investasi. Initial cash flow adalah jenis cash flow yang dipakai untuk kebutuhan awal investasi.

Contoh masing-masing

Contoh dari operational cash flow – Ada proyek yang dibiayai 100% memakai modal 100 Juta, di mana itu adalah modal sendiri. Untuk usia ekonomis 2 tahun, tidak ada nilai residu. Dan biaya tunai 1 tahun 60 juta. Pajak 25%. Apabila penyusutan dihitung memakai metode garis lurus.

Sehingga nilai penyusutan menjadi 100 juta / 2 = 50 juta Rupiah.

Akan didapatkan perkiraan dari profit / loss perusahaan dengan perhitungan:

Penghasilan – (Biaya tunai + Penyusutan) = Laba sebelum pajak

150 juta – (60 juta + 50 juta) = 40 juta Rupiah

Kemudian dipotong pajak 25%

40 juta – (25% x 40 juta), jadi didapatkan laba sesudah dipotong pajak 30 juta Rupiah.

Cash flow = 30 juta + 50 juta = 80 juta Rupiah

Contoh dari initial cash flow –  Menggunakan modal untuk investasi membeli tanah, bangun pabrik, dan membayar keperluan modal kerja.

Metode penilaian investasi

Berikutnya yang harus kamu pelajari juga mengenai cash flow investasi adalah metode penilaian investasi. Bisa dihitung memakai beberapa cara yang sudah ada, oke langsung aja ya.

Metode payback period

Metode yang digunakan untuk mengerti berapa lama investasi yang sudah dikeluarkan akan bisa tertutup kembali, atau ROI (Return on Investment).

Rumus payback period = investasi / cash flow x 1 tahun

Metode accounting rate of return atau ARR

Yang kedua ada metode ARR. Ini adalah sebuah metode investasi yang dipakai untuk pengukuran besar dari tingkat keuntungan sebuah investasi yang akan dilakukan.

Rumus ARR = Rata-rata EAT / rata-rata investasi x 100%

*Rata-rata EAT : Nilai EAT / umur investasi

*Rata-rata investasi : Investasi + residu / 2

Data apa saja yang dimasukkan dalam cash flow investasi, cash flow pendanaan, dan cash flow kegiatan usaha

Oke akan kami rangkum ya biar kamu tidak bingung:

  • Investing activities
  • Operating activities
  • Financing activities

Ketiga ini merupakan elemen laporan cash flow. Tetapi kamu jangan sampai terbalik-balik memasukkan datanya karena nanti akan kacau. Memang kali ini pembahasan tentang investing activities.

Tetapi orang-orang masih banyak yang sering salah. Mereka memasukkan data financing activities ke investing activities. Sehingga laporan pun salah dibuat walaupun cara perhitungan sudah mengikuti rumus yang benar.

Oke, jangan sampai ini terjadi.

Cash flow investing activities

Cash flow yang asalnya dari aktivitas investasi perusahaan entah itu pengeluaran dan pemasukan. Apa saja kegiatan yang masuk kategori ini? Adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas pembelian dan penjualan aktiva perusahaan, kegiatan yang berkaitan piutang perusahaan dengan entitas lainnya. Contohnya adalah pembelian mesin baru, penjualan mesin lama. Untuk contoh lengkapnya kami bahas di sub kategori yang berbeda (Check di bawah) karena penjelasannya cukup panjang.

Cash flow operating activities

Cash flow yang asalnya dari aktivitas usaha perusahaan entah pemasukan dan pengeluaran harus kamu masukkan semua datanya. Yang penting dari sumbernya itu. Nantinya kegiatan yang dikategorikan pada kelompok ini akan terlihat di laporan laba rugi dari perusahaan. Contohnya adalah bayar gaji karyawan, pendapatan dividen, pendapatan dari customer, membayar pajak, mendapat bunga bank.

Nah ini contohnya yang sering salah. Terkait mendapat bunga bank. Di mana sudah disebutkan pada artikel lainnya kalau salah satu jenis investasi adalah deposito, dan dengan deposito kamu akan mendapatkan bunga bank. Tetapi untuk pembuatan cash flow perusahaan itu berbeda, di mana hasil pendapatan bunga bank akan dimasukkan dalam cash flow operating activities bukan cash flow investing activities.

Jangan sampai salah ya!

Cash flow financing activities

Yang terakhir ini adalah cash flow yang asalnya dari kegiatan pendanaan perusahaan. Contohnya adalah pelunasan kredit bank, emisi saham, membayar dividen, menjual obligasi.

Ini juga biasanya sering salah. Banyak yang memasukkan menjual obligasi dan melunasi kredit bank sebagai investing activities padahal bukan.

Lalu bagaimana dong tips biar tidak salah memasukkan?

Kamu jangan mencampur adukkan jenis-jenis investasi untuk pribadi dengan cash flow perusahaan. Jadi dalam cash flow perusahaan terkait investing activities, tidak semua pengeluaran dan pemasukan dimasukkan di sini. Kami sudah sertakan penjelasan dan contoh-contoh lengkapnya di bawah. Agar kamu tidak keliru lagi

Apa sih aktiva tetap perusahaan itu? Itu adalah aset perusahaan yang bisa menyusut nilainya setiap tahun, atau istilahnya mengalami depresiasi. Contohnya adalah mobil, mesin, dan sejenisnya. Kan nilainya setiap tahun mengalami penyusutan.

Beberapa hal lain yang masuk juga dalam aktivitas investasi perusahaan, antara lain:

  • Penjualan tanah
  • Peralatan perusahaan
  • Perolehan saham dan berbagai instrumen keuangan yang lain
  • Pembelian aktiva tetap
  • Pembelian aktiva tidak berwujud
  • Pembelian aktiva jangka panjang

Kalau kamu tidak mau repot membuat cash flow investasi. Maka kamu gunakan saja software yang khusus untuk membuat laporan ini. Sekarang ada yang namanya software akuntansi, dan dibuat menggunakan bahasa Indonesia. Karena memang developernya perusahaan dari Indonesia juga.

~Stef

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *