Contoh investasi jangka panjang yang bisa bikin uangmu bertambah

Banyak yang mencari contoh investasi jangka panjang. Karena tidak sedikit orang yang ingin pensiun. Kalau tidak ada investasi, maka ketika masa tua akan kerepotan sendiri. Tidak semua orang mendapatkan dana pensiun seperti PNS.

Walaupun memang meskipun ada dana pensiun pun akan kurang kalau tidak ada investasi ketika masa muda. Khususnya investasi jangka panjang. Nah kamu sudah berada di langkah yang tepat dengan membaca artikel ini, sehingga kamu sadar akan pentingnya investasi ini.

Oke langsung aja ke listnya.

Contoh investasi jangka panjang yang layak dijalani tahun 2020

1. Saham FAST

Kami tidak akan membahas tentang apa itu saham lagi. Karena itu adalah basic. Sekarang yang akan menjadi pokok pembahasan pada point pertama ini adalah jenis saham yang sebaiknya kamu pilih.

Untuk pilihan jangka panjang, memang investasi membeli saham FAST adalah pilihan yang bagus. Ada alasan untuk itu.

PT Fastfood Indonesia Tbk, atau yang memiliki kode FAST mau menerbitkan saham yang memiliki skema hak memesan efek lebih dulu, atau HMETD / Right Issue. Dan FAST akan menerbitkan hingga maks 350 Juta lembar saham.

Skema rights issue ini tidak menjadikan saham FAST bersifat likuid. Karena alasan ini maka saham FAST cocoknya dijadikan pilihan investasi jangka panjang. Sebab kalau kamu memaksa membeli saham ini untuk jangka pendek, maka kemungkinan mendapatkan profit sangat kecil, bisa-bisa rugi karena membayar fee broker.

Sebenarnya ini tugas kamu untuk menganalisis saham tersebut. Tetapi akan kami bantu, jadi setelah dilihat sebenarnya walaupun kurang likuid, FAST mempunyai faktor fundamental solid. Bahkan laporan keuangannya per kuartal III tahun 2019, pendapatan yang dibukukan sebesar 5,01 Triliun Rupiah. Lebih tinggi 12,8% dibanding tahun 2018, yang senilai 4,44 Triliun Rupiah.

Jadi tidak usah khawatir lagi. Dapat dipastikan kalau saham FAST masih memiliki performa yang cukup baik. Walaupun sekarang harganya turun karena pengaruh virus Corona. Tetapi jika sudah teratasi kondisi pun akan semakin baik, dan saham akan naik lagi. Lagipula tujuannya kan untuk jangka panjang. Justru sekarang ini ketika harga murah-murahnya harusnya kamu beli.

2. Invest pada diri kamu sendiri

Yap! Mungkin tidak terpikirkan oleh kamu sebelumnya. Kita tidak harus selalu investasi hanya pada bidang yang itu-itu saja, obligasi, saham, properti, dan sejenisnya.

Tetapi kamu juga bisa invest uang kamu untuk diri kamu sendiri. Maksudnya seperti apa? Jadi kamu bisa mencoba mengembangkan diri kamu. Biar tidak pusing akan kami berikan contoh, silahkan baca di bawah ini ya.

Semisal kamu bekerja sebagai seorang pegawai tetap di sebuah firma akuntansi. Untuk naik jabatan tidak bisa kalau kamu hanya gelar S1 saja. Karena itu kamu investkan sebagian uang kamu untuk membayar biaya kuliah S2, dengan jurusan yang sesuai.

Sekarang ada yang namanya kuliah malam. Lagipula pihak universitas yang menerima jenjang pendidikan Strata 2 itu mengerti kalau mahasiswanya rata-rata sudah bekerja. Sehingga jam kuliah pun pada malam hari dan bukan pada jam kerja.

Di sini kamu harus invest uang biaya kuliah dan waktu. Sebab sudah capek bekerja kamu masih harus menggali ilmu di kelas S2 tersebut.

Ini bukan investasi jangka pendek. Sebab nanti gelar S2 kamu bisa kamu pakai terus untuk mengembangkan jenjang karir. Bahkan meskipun kamu sudah tidak bekerja di firma tersebut, kamu masih bisa menggunakan gelar kamu untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi di perusahaan lain.

Apalagi dalam hal ini berarti kamu sudah memiliki pengalaman bekerja. Ditambah dengan ijazah S2 itu membuktikan bahwa diri kamu memang layak untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Ini hanya contoh, untuk prakteknya bisa lebih luas lagi. Misalkan kamu membayar kursus memasak, kursus kepribadian, dan lain-lain.

Intinya menjadikan diri kamu lebih banyak pengalaman, dan lebih ahli dibandingkan sebelumnya. Keahlian tersebut akan kamu gunakan terus sepanjang hidup kamu. Jadi ini adalah contoh investasi jangka panjang yang sangat layak diperhitungkan.

3. Investasi pada anak

Rata-rata jaman sekarang sudah menikah usia 30 tahunan. Apabila kamu termasuk kategori tersebut, maka pilihan investasi ketiga ini bisa dijadikan pilihan. Ini sama dengan point sebelumnya, termasuk jenis investasi yang jarang terpikirkan oleh khalayak luas.

Kalau sudah menikah pastilah tujuannya punya anak dan membesarkannya. Tahukah sebenarnya kamu juga bisa menginvestasikan uang kamu untuk anak. Ini sudah dipraktekkan oleh pengacara kondang asal Indonesia.

Di mana beliau ingin anaknya menjadi pengacara yang sukses juga. Akhirnya beliau rela investasi dengan membayar sekolah elit bergengsi untuk anaknya di luar negeri, sehingga bisa mendapatkan pendidikan yang bagus.

Memang investasi ini sangatlah mahal harganya. Tetapi untuk jangka panjang dan untuk kebaikan serta jaminan masa depan anak kamu sendiri, kamu harusnya memilih investasi yang ini.

Ada orang tua yang bahkan membiarkan anaknya putus sekolah. Rata-rata karena tidak bisa membiayai anak mereka untuk melanjutkan sekolah. Apakah mereka bersalah? Ya menurut kami mereka bersalah.

Jangan menyalahkan keadaan ekonomi. Apabila memang belum memiliki kemampuan finansial yang cukup. Seharusnya jangan memilih untuk mempunyai anak terlebih dahulu. Sebab kasihan anak yang nanti menjadi korban keegoisan orang tuanya, hanya karena tidak ingin dipandang rendah oleh orang lain karena belum punya anak padahal sudah nikah lama.

Bukan berarti jangan menikah, jangan salah kaprah, tetapi jangan mempunyai anak dulu.

Topik ini memang sedikit melenceng. Tetapi penting sekali. Jadi jangan sampai kamu salah dalam melakukan investasi pada keluarga, pastikan jika mengambil keputusan, kondisi finansial harus mendukung.

Oke, sekarang sudah mengerti? Ayo lanjutkan ke pilihan investasi yang berikutnya…

4. Investasi Website

Seiring waktu semuanya berubah mengikuti perkembangan teknologi. Mau tidak mau harus belajar dan berpikir bagaimana investasi yang tepat, yang sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang ini.

Di tahun 2020 memang yang berkembang paling pesat adalah kebutuhan akan informasi. Sekarang kamu coba pikir, darimanakah orang-orang mendapatkan informasi secara online?

Jawabannya adalah website.

Karena itu kamu bisa mulai dari sekarang untuk investasi pada website. Bayarlah orang untuk membuat website. Kalau memang kamu punya keahlian php, maka kamu bisa membuat sendiri websitenya. Ya meskipun memang seharusnya bayar orang pun tidak mahal, tetapi terserah kamu kalau punya banyak waktu luang.

Oke back to topic…

Nanti setelah website jadi. Bukan berarti sudah selesai. Ini barulah awal start kamu. Selanjutnya kamu masih harus investasi content writer. Usahakan jangan mengetik sendiri, karena untuk mengetik artikel yang bagus itu harus yang mengerti SEO (Search Engine Optimization)

Jangan sampai investasi kamu menjadi sia-sia karena pelit membayar content writer. Pastikan juga mencari content writer yang harganya terjangkau dan memiliki banyak review. Jangan percaya 100% pada jasa content writer yang ada di halaman pertama search engine. Sebab rata-rata mereka tidak mengerjakan sendiri dan menggunakan karyawan yang freelance.

Investasi website ini nanti bisa kamu uangkan setelah ramai dengan visitor. Tetapi baru bisa menghasilkan jika sudah kamu buat cukup lama. Oleh karena itu kami masukkan dalam kategori investasi jangka panjang.

~Stef

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *