Investasi Syariah yang paling menguntungkan, Beberapa di antaranya bisa bikin kaya

Dengan investasi Syariah yang paling menguntungkan, kamu tidak perlu pusing. Khususnya buat umat Muslim yang ingin berinvestasi tetapi takut kalau investasi tersebut tidak halal. Kalau yang di list ini, dipastikan semuanya halal, aman, dan dikelola secara profesional.

Masih banyak yang belum tahu tentang investasi Syariah. Jadi kamu tidak terlambat untuk mencobanya.

Daftar investasi Syariah yang paling menguntungkan

1. Reksadana Syariah

Berbeda dibandingkan dengan reksadana biasanya, di mana reksadana yang diberi embel-embel Syariah ini cukup banyak jumlah dan jenisnya. Sehingga alternatif pilihan yang kamu miliki pun jadi beragam. Ada pasar uang, campuran, pendapatan tetap, sampai saham pun tersedia.

Jadi kamu cukup memilih satu yang mana yang paling sesuai dengan resiko. Jangan lupa sesuaikan juga dengan anggaran yang kamu miliki. Ingat aturan utama dari investasi, jangan pernah menggunakan uang dapur.

Reksadana Syariah sendiri memiliki kelebihan dibandingkan yang konvensional, khususnya pada fitur yang diberikan, yakni adanya fitur cleansing. Di mana ini adalah proses pembersihan reksadana dari berbagai pendapatan yang sekiranya tak sesuai prinsip Syariah.

Pendapatan pun akan dimanfaatkan untuk tujuan amal…

Dari tadi ngomongin pendapatan, sebenarnya pendapatan apa ini? Jadi pendapatan yang dimaksud yakni dana mengendap dalam bank custodian. Karena manajer investasi yang terlambat untuk menginvestasikan dana itu.

Sekarang masih belum terdapat bank custodian reksadana yang asalnya dari bank Syariah. Dan dana mengendap itu akan mendapatkan bunga bank. Tetapi bank Syariah yang tak menggunakan prinsip bunga, jadi memberlakukan mekanisme cleansing ini.

2. Investasi emas Syariah

Bentuk investasi Syariah yang lain adalah investasi logam mulia emas. Jadi ini adalah kabar gembira untuk kamu yang ingin investasi jangka panjang dan halal. Sudah ada alternatif pilihan bank Syariah yang menyediakan fasilitas ini.

Apalagi sekarang ini sedang musim virus Corona, sehingga harga emas turun. Jadi merupakan waktu yang tepat untuk membeli, selagi murah. Nanti ketika vaksin untuk Corona ditemukan dan kondisi ekonomi negara stabil, dijamin harga emas akan naik lagi.

Dibandingkan membeli emas perhiasan. Jauh lebih baik membeli emas batangan dan emas koin yang bersertifikat. Dibeli melalui bank Syariah.

Keuntungan dari investasi emas, tidak perlu pusing, cukup invest kemudian biarkan uang kamu bertambah dari bulan ke bulan. Karena memang investasi emas ini untuk jangka panjang.

Budget yang hanya 1 juta pun sudah bisa kamu gunakan untuk investasi emas ini.

3. Properti

Memang membutuhkan modal yang cukup banyak. Tetapi namanya properti, orang-orang selalu membutuhkan, jadi ini termasuk produk yang likuid, sama seperti emas.

Investasi tanah dan bangunan sama-sama masuk kategori investasi Syariah. Halal hukumnya untuk investasi pada bidang ini, ada alasan untuk itu, karena kamu tak hanya memberikan uang untuk mendapatkan profit lebih banyak (Yang memang tujuan awal investasi), tetapi kamu juga akan menyewakan / menjual properti tersebut, di mana dari waktu ke waktu harganya mengalami peningkatan mengikuti permintaan pasar.

Tanah selalu naik harga jualnya. Sebab lahan yang ada itu semakin berkurang seiring jumlah penduduk yang semakin banyak. Belum lagi kalau dalam 1 keluarga ada beberapa orang, mereka yang menikah akan memiliki lahan maupun properti sendiri, kecuali tinggal di apartemen.

4. Asuransi Syariah

Kalau asuransi konvensional itu tidak masuk Syariah. Jadi kalau ingin yang investasi Syariah maka pilihlah asuransi Syariah. Perbedaan adalah pada tidak adanya istilah uang hangus.

Di mana untuk asuransi konvensional kamu bisa menemukan uang hangus, yang terjadi apabila kamu tak membayar premi yang sesuai perjanjian awal tentang syarat minimal waktu pembayaran premi.

Aturan dari asuransi Syariah memungkinkan nasabah yang invest uangnya memperoleh uang mereka kembali walaupun masa tenggat jatuh tempo belum terlewati. Karena jenis asuransi ini memakai konsep titipan, atau wadiah. Dana pun akan dikirim lagi ke rekening kamu, yang sudah dipisahkan dari rekening donasi / tabarru.

5. Sukuk Negara Ritel

Sudah tidak perlu ditanya lagi. Dapat dipastikan kalau yang kelima ini termasuk dalam kategori investasi Syariah. Selain halal ada keuntungan lainnya, yakni benar-benar aman. Bahkan resiko hampir dibilang tidak ada.

Ada alasan untuk itu. Ini dikarenakan sukuk negara ritel adalah surat utang negara, yang dapat dipastikan aman, sebab dijamin oleh negara.

Bagaimana cara pemesanan sukuk ini?

Kamu bisa melakukannya secara mandiri, dengan langsung aja ke bank-bank Syariah terdekat dengan tempat tinggal kamu. Untuk akad apa yang dipakai, yakni akad ijarah.

Yang boleh memesan sukuk hanyalah warga negara Indonesia saja. Lalu berapakah minimum pembelian sukuk negara ritel ini? Untuk jumlahnya itu ditentukan oleh pemerintah. Tetapi dapat dipastikan kalau jumlah minimalnya adalah 1 juta Rupiah.

Untuk return yang bisa kamu dapatkan ada di range 7 – 8%.

6. Deposito Syariah

Yang berikutnya adalah deposito Syariah. Tentunya sesuai dengan namanya, deposito, maka instrumen investasi ini bisa kamu dapatkan dari layanan bank. Dan untuk deposito Syariah, adalah bank Syariah.

Kamu bisa invest sejumlah uang, dan tak bisa kamu ambil untuk jangka waktu beberapa bulan. Deposito Syariah adalah alternatif pilihan bagi kamu yang senang investasi online. Karena sekarang rata-rata bank Syariah sudah mendukung penggunaan internet banking dan mobile banking. Hmm bukan rata-rata ya, tapi semuanya.

Tidak hanya untuk transfer-transfer saja, tetapi internet banking bank Syariah jaman sekarang sudah mendukung pembukaan akun deposito secara online. Dengan begitu kamu bisa menghemat tenaga dan waktu untuk datang sendiri ke cabang di mana kamu membuat rekening deposito Syariah.

Range modal yang dibutuhkan untuk membuka rekening deposito Syariah ini mulai 1 juta s/d 10 juta Rupiah. Dengan range waktu deposit yang beragam. Mulai 1 s/d 36 bulan. Tergantung bagaimana yang kamu inginkan. Disesuaikan dengan kemampuan finansial kamu juga.

Akan kami bagikan info lebih lengkap terkait deposito Syariah. Jadi produk investasi ini ada dasar hukum yang dibuat oleh DSN MUI. Apabila kamu penasaran bisa check fatwa berikut ini:

No: 03/DSN-MUI/XII/2000

Di mana pada fatwa tersebut dijelaskan cukup rinci mengenai deposito dan deposito Syariah. Fatwa tersebut dibuat atas dasar masyarakat perlu meningkatkan kesejahteraan dengan berbagai alternatif cara, dan salah satu caranya adalah dengan investasi.

Kelebihan menjalankan deposito Syariah adalah resiko yang lebih kecil.

7. P2P Lending Syariah

Kalau investasi Syariah ketujuh ini juga dilandaskan pada fatwa MUI, yakni:

MUI No. 117/2018 mengenai layanan pembiayaan dengan basis teknologi informasi atas dasar prinsip Syariah.

Pada P2P Lending Syariah tak ada syarat yang merepotkan dan rumit untuk mengajukan pembiayaan.

Kalau kamu dalam hal ini sebagai kreditor, juga diuntungkan dengan P2P Lending Syariah, karena pengawasan lebih ketat sehingga pembiayaan bisa lancar dan diselesaikan.

Pastikan kalau ingin ikut investasi di model P2P Lending Syariah, hanya ikut yang sudah terdaftar di OJK. Ditakutkan scam.

~Stef

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *