Money Management dalam Saham

Perencanaan keuangan atau Money Management (MM) dalam investasi maupun trading saham ada beberapa jenis. Kali ini, dibahas 5 tahapan dulu, ya. Jadi, apa itu money management?

1. Entry level

Saat membeli suatu saham untuk ditradingkan, diperlukan perencanaan yang matang; market tetaplah market, right? Kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri.

Kondisi ideal adalah melakukan TES LOT saat uji coba dalam pembelian tahap I. Besarannya sesuai selera biasanya para trader forex/saham 10% dari modal untuk emiten/pairing yang sudah dianalisis.

Contoh: dana buat entry di saham ABCD ada 100 juta, maka biasanya tes lotnya 10-20 juta.

2. Cut loss

Selanjutnya Cut loss, masih menyambung aturan tes lot, CL biasanya dilakukan 2-4 tick dari support, jadi ga pas di support, karena ada potensi untuk mantul lagi ke atas, nah jika teman teman melakukan tes lot, cut loss teman-teman mampu diminimalisir secara kerugian, saat harga bergerak menembus support didukung dengan volume jual.

Contoh: udah masuk saham ABCD eh CLnya 7%, ruginya cuman 700 ribu kan? Kalau Anda masuk 100 juta? ruginya bakal 7 juta!

3. Average Down (akumulasi Time)

Dengan menentukan support dengan ukuran RANGE harga, maka kita mudah melakukan akumulasi dan lebih terarah sambil menunggu konfirmasi mantul.

4. Take profit

Take profit tergantung selera, ada yang suka hajar semuanya/jual semuanya saat capai resist, tapi mimin Cuan Bareng lebih suka jual 1/4 atau 1/2 dari total kepemilikan saham, sisanya menunggu konfirmasi breakout.

Mengapa begitu? biar ga nyesek pas lanjut naik.

5. Switching

Switching boleh dilakukan dalam kondisi:

  1. Saham yang kita pilih ga gerak selama 2-3 minggu, sideways ga nyentuh CL dan ga nyentuh TP, walaupun udah akumulasi, mimin Cuan Bareng akan segera switch asalkan….. (lanjut syarat ke-2)
  2. Sudah mendapatkan saham yang berpotensi sebagai pengganti.

Selamat mencoba, semoga sukses!

via Cuan Bareng

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *