Spotify Premium Lifetime (Review Lengkap)

Spotify Lifetime adalah akun Spotify Premium yang masa aktifnya bukan bulanan, melainkan lifetime alias seumur hidup. Seumur hidup siapa? Saya mau mengulas tentang ini, selengkap mungkin.

Tarif langganan Spotify per bulannya di Indonesia tuh sebenernya udah murah (tarif regulernya ya: Rp49.990) kalau dibandingkan di negara lain seperti Amerika Serikat ($10 atau Rp140.000 kalau ngikut dolar masih 14k). Tapi namanya manusia ya, kalau diiming-imingi yang lebih murah dan menguntungkan pasti tertarik.

Awal mula akun Spotify Premium lifetime ini menjamur, pastinya saya lupa kapan, tapi kalau gak salah sekitar pertengahan-akhir tahun 2019.

Apa bedanya akun Spotify Lifetime dengan Spotify mod apk?

Spotify mod apk tuh ya sesuai namanya, berarti file apk (aplikasi Android) yang udah dimodifikasi sedemikian rupa biar bisa ngejalanin Spotify layaknya Premium meski login menggunakan akun Free (gratisan). Biasanya bakal ada bug atau keistimewaan Premium yang gak jalan, entah itu bebas iklan atau yang lain. Terus, ya cuma bisa buat user Android doang, gak bisa buat PC (Windows/Mac) maupun iPhone/iPad.

Kalau Spotify Premium Lifetime ya bentuknya akun biasa. Pakai username/email dan password. Jadi, bisa login di banyak device dan banyak sistem operasi. Semua fitur Premium dari Spotify juga bisa digunakan tanpa limit.

Apa akun Spotify Lifetime ini legal?

Ini nih yang bisa memicu anu. Kalau menurut saya, ya gak legal. Bagi saya, yang legal ya cuma kalau kita setor duit ke Spotify tiap bulan buat berlangganan Premium.

Tapi, kenapa itu seller yang biasanya jualan di Twitter kok bilangnya legal?

Tanya mereka langsung aja, saya bukanlah pihak yang ngeklaim ini 100% LeGaL & aMaN. Kalau menurut saya sih, mereka membandingkan dagangannya dengan si Spotify mod apk. Apapun yang sifatnya beli (dan gak nge-hack), ya berarti legal kali menurut mereka 😀

Sistem kerja akun Spotify Premium Lifetime

Akun pribadi kita (bukan akun sharing) nanti di-invite oleh master-nya akun Spotify Premium Family plan. Tapi kita cuma bayar sekali seumur hidup. Mungkin dari sini lah kenapa dinamakan lifetime.

Premium Family plan kan kapasitasnya 5 akun plus 1 akun master, jadinya 6. Kalau legal, per bulannya Rp79.000. Dibagi 6, ya tiap orang bayar sekitar Rp13500. Per bulan ya.

Dah lah, gak bahas lebih lanjut Family plan ini kaya gimana, bisa langsung ke website-nya Spotify aja kalo kepo, ok.

Nah terus kok kita bayarnya cuma sekali seumur hidup?

Siapa yang bayarin seterusnya per bulan? Apakah si akun master?

Apakah si seller tangan pertama? Memangnya tidak rugi?

Biar gak rugi terus gimana? Apakah si seller tangan pertama bayar pake kartu kredit ilegal punya orang lain hasil carding?

Masa iya si seller tangan pertama ini orang dalam Spotify?

Kurang lebihnya begitu. Lebih jelasnya, kalian bisa baca terus sampai habis.

Pengalaman beli akun Spotify Premium Lifetime

Total, saya punya 3 akun Spotify lifetime hehe. Sejauh ini masih berfungsi dengan baik semuanya. Tapi masing-masing akun ada dinamika-nya masing-masing. Ini semua beda provider/seller yak. Berikut kronologinya, silakan disimak.

Meski lifetime, rata-rata seller yang di Twitter ngasih garansi replacement/repair akun selama setahun pertama doang. Ya udah lumayan sih, kasarannya gak sampe 100k dah dapet Premium setahun.

Akun pertama

  • Tanggal beli 17 Desember 2019.
  • Akun fresh (saya minta dibuatkan baru, email dan password dari seller).
  • Harga beli Rp75.000.
  • Proses pengerjaan dibilangnya 1×24 jam, tapi sejam doang dah beres.
  • Waktu login pertama kali, muncul begini:

    Tapi kata seller diklik “No, thanks” aja. Eh, bisa deh berfungsi layaknya premium.
  • Waktu serah terima ini, saya cek jenis akunnya, doi Premium (individual).
  • 10 Februari 2020 saya lapor ke seller kalau akunnya balik ke Free alias muncul iklan. Tapi pas ini balik ke Free tuh kaya bertahap gitu. Awalnya masih bisa shuffle dan cuma muncul iklan banner doang. Lama-kelamaan ga bisa shuffle lagi dan muncul iklan audio.
  • Seller slow respon, kayanya sibuk ato gimana saya lupa gak stalk profile buat lihat pengumuman. Akun pertama pun balik ke Premium lagi tanggal 15 Februari 2020.
  • Jenis akun berubah jadi Spotify Premium Family plan.

Akun kedua

  • Tanggal beli 3 Januari 2020.
  • Akun fresh (saya minta dibuatkan baru, email dan password dari seller).
  • Harga beli Rp60.000.
  • Proses pengerjaan dibilangnya 2×24 jam, tidak sampai 24 jam kemudian akun sudah beres.
  • Awal plan ya Spotify Premium individual.
  • 21 Januari 2020 muncul beginian:
  • 23 Januari 2020 udah beres diperbaiki.
  • 24 Januari 2020 bermasalah lagi.
  • 25 Januari 2020 beres.
  • Setelah cek lagi, jadi Spotify Family.

Sampai saat ini (9th March 2021), akun pertama masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Lantas, akun yang ketiga? Baca terus…

Pengalaman upgrade sendiri akun Spotify Premium Lifetime

Akun ketiga ini adalah akun pribadi saya yang udah dari tahun kapan tau, 2015 kalo gak salah. Pernah merasakan Premium for Student juga, sebelum akhirnya rutin setor 50k per bulan ke Spotify sampai akhirnya saya coba buat jadiin akun lifetime beginian. Nyoba upgrade sendiri. Nothing to lose deh, suatu saat kalau balik ke Free ya tinggal rutin setor lagi ke Spotify.

Nih bukti kalau saya sebelum upgrade ini rutin berada di jalan yang benar. From this:

To this:

Singkat cerita, saya nemu website yang sepertinya adalah seller tangan pertama. Saya pun beli satu token/key upgrade. Beli pake PayPal seharga $1.99, 19 Maret 2020 kurs-nya masih belum sejeblok sekarang pas bikin postingan ini. Bukti pembayarannya:

Saya langsung dikirimi email yang isinya tautan/link. Di situ, ada keterangan penting seperti nomor order dll, dan yang paling penting tentu saja upgrade key nya dong.

Saya ambil screenshot ini pas berhasil upgrade: awalnya yang Uses Left-nya 1 jadi 0.

Key yang saya dapat, saya copy dan kemudian dipaste di laman Upgrade. Saya pilih region Indonesia ya biar gak ribet aja gitu. Males lah pake VPN segala macem???

Mengikuti instruksinya, saya klik ke tautan invite. Deg-degan…

Kemudian mengisi alamat sesuai yang ada pada instruksi di atas.

Voila!

Saya ngikut Family-nya siapa nih… Jangan-jangan salah satu di antara kalian…

Akun keempat

Update ah (Mei 2020). Saya mendapat permintaan upgrade Spotify dari partner. Ceritanya, dia sudah pernah beli Spotify Family plan yang banyak ada di Shopee selama 3 bulan dan masa aktifnya sudah habis.

Metode yang saya gunakan sama dengan akun ketiga, yakni upgrade mandiri di situs upgrade Spotify. Pas saya checkout beli token, sebelumnya sudah cek stok untuk region Indonesia dan tersedia. Namun, cepet banget abisnya, jadi saat itu saya tidak bisa langsung mengupgrade.

Kurang lebih dua minggu kemudian, stok kembali tersedia, namun sangat sedikit. Untuk region Indonesia tidak sampai 5! Untunglah saya gercep untuk melakukan proses upgrade dan berhasil. Akun sudah dicoba dan berfungsi normal.

Belum sampai 48 jam, akun partner saya kembali ke Spotify Free. Saya pun mengajukan klaim replace token gratis dari provider. Token sudah saya dapat, tapi saat pengajuan klaim tersebut, saya diperingatkan agar hanya melakukan upgrade pada akun yang belum pernah Family plan selama 6 bulan terakhir. Oh, pantas saja akun partner saya tidak awet premiumnya, lha wong belum sampe sebulan gabung di Family.

Solusinya ya harus menunggu diam 6 bulan dulu baru bisa upgrade lagi, ataukah pakai akun baru. Masalahnya, kalau pakai akun baru, semua playlist dan liked songs hilang dong?

Provider ini keren, jadi dia menyediakan layanan mandiri untuk transfer data (playlist + liked songs) antar-akun Spotify. Dia juga menyediakan layanan mandiri untuk membuat akun Spotify baru/kosongan. Ya sudah, saya gunakan layanan tersebut dan kalau diingat-ingat lagi, masih takjub karena prosesnya flawless. Cepet dan jumlah playlist beserta liked songs yang jumlahnya ribuan itu pun sukses berpindah ke akun baru.

Migrasi/transfer beres. Sekarang saatnya upgrade ke Family. Eh, ternyata stok kosong. Ada sih dikit banget tapi bukan untuk region Indonesia. Saya gak mau nekat pakai region negara lain, karena males banget lah kalo ada kasus kayak akun kedua yang sempet di-lock. Jadilah saya sabar menunggu, tapi kali ini saya juga menghubungi support mereka, setengah memelas untuk restok region Indonesia.

Tidak sampai 24 jam sejak saya menghubungi support, mereka mengeluarkan statement panjang lebar yang intinya adalah Spotify lagi rajin bersih-bersih dan banyak layanan serupa yang tumbang, tapi punya mereka gak ikut tumbang. Sebagai gantinya, buat memastikan jumlah stok tersedia, mereka menaikkan harga. Tapi, yang sudah terlanjur pesan/replace ya harganya tetap.

Setelah mengeluarkan statement tersebut, saya rutin mengecek laman stok dan melakukan upgrade ketika stok region Indonesia tersedia. Proses cepat. Sip.

Akun keempat ini yang paling terjal hehehe. Sampai saat ini (9th March 2021), akun keempat masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Tumbang

Dua akun yang saya sebutkan di atas kembali menjadi Free di waktu yang hampir bersamaan, yakni si akun pertama (29 Mei 2020) dan akun ketiga (26 Mei 2020). Kayaknya ada kaitannya dengan Spotify yang memang lagi bersih-bersih. Saya yang lumayan aktif lurking di Twitter pun menyadari bahwa seller-seller akun digital yang sering bertebaran di reply section Twitter itu banyak yang sudah tidak menjual paket lifetime.

Saya pun mengganti akun pertama dengan akun lama yang Free tapi belum pernah upgrade ke Family plan. Sedangkan untuk akun ketiga, saya bikin baru dengan data fresh dan transfer playlist dari akun lama. Baik akun pertama maupun ketiga (yang lama) tidak saya hapus/deactivate karena barangkali bisa jadi cadangan dalam enam bulan ke depan (karena policy dari penyedia jasa kan 6 bulan baru bisa invite ulang Family plan yang berbeda).

Kedua akun pengganti saya upgrade di hari yang sama (29 Mei 2020) karena baru ada stok dari provider tanggal segitu (iya, stok untuk region Indonesia semakin langka) dan kebetulan keduanya masih ada dalam satu Family plan yang sama hehehe. Jadi, kalo tumbang satu, juga tumbang keduanya. Semoga awet deh.

Update 17 Juni 2020 dan kayaknya gak ngupdate lagi deh kalo siklusnya gini-gini mulu hehe. Sekarang giliran akun keempat yang tumbang. Masih otw ngurus replacement soalnya akun region Indo langka katanya.

Beli di mana?

Banyak yang jual kok, di Twitter…

Jualan akun Spotify Lifetime

Kasaran model bisnisnya nih. Ambil apesnya deh, pas saya bikin postingan ini tuh rate USD-IDR ada di kisaran 16k, jadi kalau per akun modalnya $2 ya berarti Rp32.000.

Harga pasaran yang sering saya lihat di Twitter ya kisaran Rp60.000 hingga Rp100.000.

Profit hampir 100% gak tuh per akun, kalau ngejual di harga kisaran paling murah.

Di website tempat saya upgrade akun ketiga, itu ada package khusus buat reseller, yang tentu saja bisa lebih murah lagi dapetnya.

Tapi saingannya banyak.

Long life, Spotify.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *